“Sebelumnya, saya tidak pernah melangkah sebelum semuanya jelas. Ketika lampu lalu lintas terlihat 50m lagi di depan, dan lampu sudah kuning, saya berpikir, tidak perlu buru-buru. Kalau buru-buru, sesampainya di persimpangan, lampu juga masih merah, tetap harus menunggu. Tidak ada yang bisa di lakukan. Dari pada terburu-buru, mari berjalan pelan-pelan, sehingga ketika di persimpangan lampu sudah hijau kembali, tidak perlu menunggu! Tapi ternyata, terkadang tidak berjalan lancar seperti ini. Ternyata setelah 25m ada kemacetan, sehingga justru kita terkena lampu merah dua kali. Atau ada angkot yang ngetem, sehingga kita harus klakson berkali-kali untuk memaksa dia jalan dan kita tidak terjebak merah dua kali. Atau berbagai kemungkinan lainnya. Jadi dari pengalaman itu, saya belajar bahwa terkadang, tidak perlu merencanakan terlalu jelas ke depan. Tidak perlu tahu apa yang harus dilakukan nanti. Tetapi selesaikan yang sekarang secepatnya. Sehingga cepat bertemu dengan persimpangan. Kalau ternyata hijau, kita bisa langsung melanjutkan perjalanan. Kalau pun merah, mungkin kita memiliki waktu untuk menata ulang arah perjalanan, memilih ulang hendak belok ke kiri atau kanan. Kalau pun merah, mungkin kita bisa memposisikan perseneling dalam keadaan netral, menarik tuas rem tangan, lalu sedikit merenggangkan kaki ^^”
November 24, 2011, 6:01pm
